Minta tolong bantu, aku sudah enggak sanggup lagi, Bang,” kata Fadly mencontohkan berbagai isi pesan yang masuk ke ponselnya. Mereka meminta pertolongan agar bisa keluar dari gedung kantor dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari
WNI yang terjebak dalam sindikat penipuan daring di Kamboja memakai media sosial TikTok sebagai sarana mencari pertolongan. Jalur inilah yang membuat para pekerja WNI bisa berangkat ke Kamboja tanpa pemeriksaan ketat. Namun, di luar itu semua, Wahyu berpikir ada hal besar yang juga perlu diperbaiki guna mencegah terjadinya perdagangan orang. “Tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan negara dalam memfasilitasi terjadinya mamibet perdagangan orang, misalnya adanya jalur VIP yang menjanjikan kemudahan bepergian tanpa pengawasan imigrasi,” tambahnya.
Pemerintah didorong ungkap aktor di balik kasus perdagangan orang
Ia menyatakan perlunya pemerintah melakukan penelusuran forensik digital dan psikologi dari setiap pekerja WNI yang meminta pertolongan untuk dipulangkan. Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, menyebut keberadaan lowongan itu berbahaya karena para pekerja cenderung mengesampingkan keamanan dan kredibilitas perusahaan, apalagi saat mereka di tengah kesulitan finansial. Ada kalanya lowongan mencantumkan bahwa pekerjaannya adalah love scam. Komunikasi daring dilakukan lewat ponsel dan gawai lain yang disediakan perusahaan untuk keperluan pekerjaan. Sementara itu, pakar keamanan siber Pratama Persadha menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sebetulnya memiliki sumber daya yang cukup untuk mengungkap aktor-aktor di balik perdagangan orang.
- Kiky berhasil keluar setelah membayar sejumlah uang yang diminta tim HRD, tepat lima bulan setelah bekerja di perusahaan itu.
- Pada awal tahun 2024 Kiki bekerja sebagai tim telemarketing di sebuah perusahaan penipuan daring di Sihanoukville, Kamboja.
- Isi pesannya adalah permohonan bantuan dari para warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak bekerja dalam sindikat penipuan daring di Kamboja.
- Di KBRI Phnom Penh, Kiki melaporkan diri sebagai korban tindak pidana perdagangan orang.
- “Tidak tertutup kemungkinan ada keterlibatan negara dalam memfasilitasi terjadinya perdagangan orang, misalnya adanya jalur VIP yang menjanjikan kemudahan bepergian tanpa pengawasan imigrasi,” tambahnya.
Di samping itu, ada pula ketentuan untuk melibatkan tim intelijen dari tiap negara yang terlibat perdagangan orang. “Sejak lama Migrant CARE juga mendorong agar pengelola platform media sosial dan aplikasi pesan bertanggung jawab. “Kami siap membayar peifu (uang untuk mediator, biasanya berjumlah belasan hingga puluhan juta rupiah) bagi yang bisa mengantar ke perusahaan kami,” tulis iklan tersebut. Di dalam grup tersebut berbagai lowongan kerja sebagai tim marketing, search engine operator specialist, penerjemah, dan pelayanan konsumen terus bermunculan setiap hari. Pada Maret 2025 pemerintah Indonesia telah menerbitkan larangan bagi WNI untuk bekerja di Kamboja.
Sementara Kiki berharap, “Jangan sampai ada korban berikutnya. “Struktur ketenagakerjaan yang rapuh, ketimpangan upah, dan kondisi kerja yang tidak layak,” tutur Wahyu. Yang secara sadar berniat menjadi pelaku penipuan daring dan melakukan kejahatan, dihukum,” tambahnya. Yang berubah dari korban jadi pelaku, bisa dijadikan whistleblower. Santo mengungkap perlunya kampanye edukasi terkait kejahatan siber dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kamboja untuk penanganan kasus. Saya tidak tahu bagaimana kebijakan mereka tapi iklan-iklan ini tetap muncul,” tutur Wahyu.
Ia pun rutin mengunggah video soal kisah kehidupan WNI di Kamboja yang meminta pertolongan karena terjebak di kantor penipuan daring. “Mereka minta pertolongan dengan berpura-pura sedang mencari target love scam di media sosial,” ujar Fadly. Ratusan pesan dari orang-orang tak dikenal masuk ke ponsel Fadly Barberto setiap hari pada Januari 2026. Pemerintah didorong untuk memikirkan cara efektif guna mengurangi kejahatan perdagangan orang.
Namun, sampai sekarang belum ada peran dari platform untuk menyaring pesan atas nama kebebasan informasi,” kata Wahyu. Baru sampai di Indonesia November 2025,” kata Kiki yang kini bekerja sebagai pengemudi ojek online di kampung halamannya. Namun, Kiki tidak langsung bisa pulang karena perusahaan tidak mengurus visanya. Akhirnya, Kiki memutuskan mengadu ke orang yang membawanya ke Sihanoukville. Ia mengaku berulang kali meminta izin kepada tim personalia perusahaan untuk pulang, tapi tak pernah diizinkan.
“Aku cari pertolongan via media sosial soal apa yang bisa kulakukan agar bisa pulang. Kiky berhasil keluar setelah membayar sejumlah uang yang diminta tim HRD, tepat lima bulan setelah bekerja di perusahaan itu. Sesampainya di Kamboja, ia mengaku diantar ke Crown Casino Krong Bavet dan bekerja sebagai telemarketing perusahaan love scam. Sebagian besar WNI itu terjerat dalam sindikat penipuan daring baik judi online maupun bisnis love scam yang berkedok perusahaan judi. Ketika kembali ke Indonesia pada Agustus 2025, Fadly bertekad untuk membuat video-video seputar kondisi kerja para WNI di pusaran industri penipuan daring, salah satunya love scam. Mereka pun berupaya ke luar dengan cara kabur, membayar denda kepulangan, dan mencari pekerja pengganti atau istilahnya ‘tukar kepala’.